Hutan Warisan yang Tetap Dijaga: Kisah Nenek Veronica dan Komitmen Konservasi Petani PPMH
Sustainability

Hutan Warisan yang Tetap Dijaga: Kisah Nenek Veronica dan Komitmen Konservasi Petani PPMH

Admin PPMH
24 November 2025
5 min read

Ketapang, Kalimantan Barat — Di tengah perkembangan pesat perkebunan kelapa sawit di wilayah Ketapang, masih ada satu ruang hijau kecil yang tetap bertahan. Hutan tersebut bukan sekadar lahan pribadi, tetapi warisan turun-temurun dari keluarga Nenek Veronica, salah satu anggota petani PPMH Ketapang. Selama bertahun-tahun, hutan ini menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga beliau dan tetap dijaga dengan komitmen yang tak pernah pudar.

Latar Belakang

Nenek Veronica tumbuh dan dewasa dengan hutan yang diwariskan oleh keluarganya. Dahulu, ia pernah tinggal di dalam hutan tersebut, memanfaatkan tanaman obat, buah-buahan hutan, dan berbagai sumber pangan alami. Hutan ini bukan hanya ruang hidup, tetapi simbol keterikatan keluarga terhadap alam.

Seiring waktu, wilayah di sekitarnya mengalami perubahan besar. Banyak hutan mulai dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit demi memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Meski demikian, Nenek Veronica memilih mempertahankan hutannya agar tetap seperti semula.

Keberlanjutan di Tengah Ekspansi Sawit

Konversi lahan menjadi perkebunan sawit membawa dampak yang signifikan bagi bentang alam maupun pola hidup masyarakat. Namun pilihan Nenek Veronica menunjukkan bahwa keberlanjutan dan perubahan dapat berjalan berdampingan.

Beliau mengatakan:

“Sawit memang memberi kerja, tapi hutan ini bawa kehidupan. Kalau semua jadi sawit, apa yang tersisa?”

Keputusan ini mencerminkan cara pandang yang bijak, di mana sawit tetap diakui sebagai sumber penghidupan, namun ruang hijau tidak harus hilang sepenuhnya.

Dari Warisan Keluarga Menjadi Bagian dari Konservasi Komunitas

Saat ini, hutan warisan milik Nenek Veronica mendapatkan pendampingan dari PPMH Ketapang sebagai bagian dari upaya memperkuat area bernilai konservasi di wilayah petani kecil. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pemanfaatan hutan tetap dilakukan secara lestari.

Tidak hanya itu, melalui pelatihan dan pendampingan RSPO, semakin banyak petani swadaya lainnya yang mulai memahami pentingnya menjaga area konservasi di kebun mereka mulai dari menjaga sempadan sungai, mempertahankan tutupan pohon, hingga melindungi habitat alami.

Pilihan sederhana yang dilakukan satu keluarga kini menginspirasi langkah serupa dari petani lain dalam mewujudkan praktik sawit berkelanjutan.

Komitmen PPMH Ketapang

Sebagai komunitas, PPMH Ketapang terus berupaya memastikan bahwa peningkatan produktivitas sawit tidak menghilangkan nilai ekologis yang ada. Kolaborasi antara petani, pendamping, dan program RSPO menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian alam.

Kisah Nenek Veronica menjadi salah satu bukti bahwa praktik sawit berkelanjutan dapat dimulai dari keberanian menjaga ruang hijau yang tersisa meski kecil, namun memiliki dampak besar bagi ekosistem dan generasi mendatang.

Hutan warisan keluarga Nenek Veronica bukan hanya ruang hijau yang bertahan, tetapi juga pengingat tentang pentingnya menjaga hubungan manusia dan alam. Melalui dukungan komunitas dan pemahaman keberlanjutan yang semakin kuat, harapan untuk menjaga keseimbangan di tengah lanskap sawit tetap hidup.

 

Published by

Admin PPMH

24 November 2025

5 min read

Article Info

Words338
Reading Time5 min
Published24 November 2025
Category
Sustainability